RELASI LUAS GUNUNG ANAK KRAKATAU BERDASARKAN CITRA LANDSAT 8 DENGAN REKAMAN GETARAN AMPLITUDO TAHUN 2018-2019
Abstract
Gunung Anak Krakatau mengalami dinamika aktivitas vulkanik dan perubahan morfologi yang ekstrem pada periode 2018–2019, yang berpuncak pada peristiwa flank collapse berskala masif pada 22 Desember 2018. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pola korelasi fisis antara fluktuasi intensitas getaran seismik (amplitudo) dengan perubahan luas wilayah daratan pada fase sebelum dan sesudah erupsi katastrofik. Metode yang digunakan adalah analisis geospasial multi-temporal berbasis penginderaan jauh menggunakan citra satelit Landsat 8 yang diintegrasikan dengan data amplitudo harian. Hasil analisis menunjukkan adanya korelasi selaras pada fase pra-erupsi berupa ekspansi area yang diiringi tingginya amplitudo akibat erupsi strombolian persisten, serta anomali korelasi negatif ekstrem pada keruntuhan sektoral. Secara keseluruhan, korelasi temporal secara langsung antara fluktuasi amplitudo dan perluasan wilayah tergolong lemah dengan nilai koefisien determinasi () sebesar 0,2761, yang mengindikasikan bahwa variasi luas wilayah hanya dipengaruhi oleh amplitudo getaran sebesar 27,61%. Perubahan luas daratan, khususnya pada fase pertumbuhan kembali, tidak terjadi secara instan mengikuti ritme getaran, melainkan memiliki jeda waktu karena merupakan produk akhir dari proses geologi masif seperti akumulasi endapan tefra dan progradasi aliran lava. Disimpulkan bahwa pemantauan fisis menggunakan citra Landsat 8 memiliki keterbatasan resolusi dan penetrasi awan, sehingga evaluasi morfologi gunung api yang lebih presisi membutuhkan integrasi penginderaan jauh beresolusi tinggi.
Downloads
References
Y. Chen, J. S. Xia, C. Yu, and B. Q. Chen, “Editorial: InSAR crustal deformation monitoring, modeling and error analysis,” Front. Environ. Sci., vol. 10, p. 1009492, 2022.
H. Darmawan, B. W. Mutaqin, Wahyudi, A. Harijoko, H. E. Wibowo, N. Haerani, M. Surmayadi, Syarifudin, R. Jati, Suratman, and W. Asriningrum, “Topography and structural changes of Anak Krakatau due to the December 2018 catastrophic events,” Indonesian Journal of Geography, vol. 52, no. 3, pp. 402–410, 2020, doi: 10.22146/ijg.53740.
H. Darmawan, Suratman, Wahyudi, A. Harijoko, H. E. Wibowo, B. W. Mutaqin, N. Haerani, Syarifuddin, M. A. U. Albab, R. Jati, and W. Asriningrum, “Morphological changes of Anak Krakatau after the 22 December 2018 flank collapsed,” Geoscience Letters, vol. 12, no. 42, pp. 2–14, 2025.
S. T. Grilli, D. R. Tappin, S. Carey, S. F. L. Watt, S. N. Ward, A. R. Grilli, and M. Muin, “Modelling of the tsunami from the December 22, 2018 lateral collapse of Anak Krakatau volcano in the Sunda Straits, Indonesia,” Scientific Reports, vol. 9, no. 1, p. 11946, 2019.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, “Laporan Aktivitas Gunung Api Anak Krakatau,” MAGMA Indonesia, 2026. [Online]. Available: https://magma.esdm.go.id/v1/gunung-api/laporan
A. F. Mamonto, M. Lahay, R. Hermawan, I. Panai, R. Puhi, S. Maryati, and N. Sune, “Pemanfaatan Penginderaan Jauh Dalam Bidang Geologi,” Jurnal Riset dan Pengabdian Interdisipliner, vol. 3, no. 1, pp. 54–60, 2026.
K. Meredew, S. F. Watt, M. Cassidy, A. F. Shomim, M. E. Nurshal, M. Abdurrachman, and D. K. Syahbana, “Forecasting future instability hazards at Anak Krakatau volcano, Indonesia, using archival reconstructions of edifice evolution,” Bulletin of Volcanology, vol. 88, no. 5, 2026.
A. S. Pratomo, Y. Prasetyo, and S. Subiyanto, “Analisis Deformasi Dan Pemetaan Potensi Dampak Aliran Lava Pada Kawasan Gunung Agung,” Jurnal Geodesi Undip, vol. 7, no. 4, pp. 119–127, 2018.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), “Pers Rilis Aktivitas Gunung Anak Krakatau Minggu, 23 Desember 2018,” Kementerian ESDM, Dec. 2018. [Online]. Available: https://www.esdm.go.id/id/media-center/arsip-berita/pers-rilis-aktivitas-gunung-anak-krakatau-minggu-23-desember-2018
I. Saputra, R. Fadly, and A. Armijon, “Analisis Perubahan Topografi Gunung Anak Krakatau Pasca Erupsi Tanggal 22 Desember 2018 Menggunakan Data Foto Udara Dan Demnas,” Journal of Geodesy and Geomatics, vol. 1, no. 2, pp. 43–55, 2021.
I. S. Sutawidjaja, “Pertumbuhan Gunung Api Anak Krakatau setelah letusan katastrofis 1883,” Indonesian Journal on Geoscience, vol. 1, no. 3, pp. 143–153, 2006.
Suwarsono, D. Triyono, M. R. Khomarudin, and Rokhmatuloh, “Surface temperature changes of the crater of Agung Volcano from Landsat-8 TIRS during 2017-2018 eruption,” in Journal of Physics: Conference Series, vol. 1528, no. 1, p. 012052. IOP Publishing, Apr. 2020.
D. K. Syahbana, K. Kasbani, G. Suantika, O. Prambada, A. S. Andreas, U. B. Saing, and M. R. Daryono, “The 2018 eruption and flank collapse of Anak Krakatau,” Bulletin of Volcanology, vol. 81, no. 8, pp. 1–13, 2019.
Syamsidik, Benazir, M. Luthfi, A. Suppasri, and L. K. Comfort, “The 22 December 2018 Mount Anak Krakatau volcanogenic tsunami on Sunda Strait coasts, Indonesia: tsunami and damage characteristics,” Natural Hazards and Earth System Sciences, vol. 20, pp. 549–565, 2020, doi: 10.5194/nhess-20-549-2020.
T. R. Walter, M. Haghshenas Haghighi, F. M. Schneider, D. Coppola, M. Motagh, J. Saul, and P. Gaebler, “Complex hazard cascade culminating in the Anak Krakatau sector collapse,” Nature Communications, vol. 10, no. 1, p. 4339, 2019.
R. Williams, P. Rowley, and M. C. Garthwaite, “Reconstructing the Anak Krakatau flank collapse that caused the December 2018 Indonesian tsunami,” Geology, vol. 47, no. 10, pp. 973–976, 2019.
L. Ye, H. Kanamori, L. Rivera, T. Lay, Y. Zhou, D. Sianipar, and K. Satake, “The 22 December 2018 tsunami from flank collapse of Anak Krakatau volcano during eruption,” Science Advances, vol. 6, no. 3, p. eaaz1377, 2020.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.



