ANALISIS KEKUATAN BETON DENGAN PENAMBAHAN BAHAN TAMBAH KIMIA PADA PROYEK REKONSTRUKSI JALAN RUAS SP.6 KETAPAT – PAUH
Abstract
Beton merupakan bahan konstruksi yang paling banyak digunakan di era modern seperti saat ini dikarenakan memiliki ketahanan yang tinggi terhadap api, air, dan cuaca. Beton memiliki kekuatan tekan yang tinggi sehingga mampu menahan beban yang berat. Disamping beton memiliki banyak keunggulan tetapi memiliki banyak kekurangan, salah satunya seperti memiliki kerumitan dalam pembuatannya, memerlukan waktu setting (keras) yang cukup lama, serta mudah mengalami keretakan akibat regangan lentur dikarenakan kemampuannya dalam menahan kuat lentur yang rendah. Beton banyak digunakan sebagai Perkerasan pada jalan raya atau biasa kita kenal dengan Perkerasan Beton Semen (Perkerasan Kaku/Rigid Pavement). Perkerasan kaku (beton semen) merupakan konstruksi perkerasan denganbahan baku agregat dan menggunakan semen sebagai bahan pengikatnya. Faktor keberterimaan suatu Perkerasan Beton Semen untuk mutu tinggi yang biasa digunakan saat ini ialah Kuat Lentur (Flexural Strength). Kuat Lentur Beton merupakan istilah dalam menamakan kemampuan benda uji beton (balok beton) yang dilakukan pembebanan terhadapnya yang diletakkan diantara dua perletakan hingga benda uji tersebut mengalami keruntuhan / patah dinyatakan dalam satuan Mega Pascal (SNI 03-4431-1997). Penelitian Eksperimental ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan kekuatan lentur beton dengan penambahan Zat Aditif sehingga beton mengalami peningkatan kekuatan dan mengalami percepatan setting. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium PT. Sukses Sarrie Kintano. Hasil Penelitian ini menunjukan bahwa penambahan Zat Aditif sebesar 0,3% (dari berat semen tiap adukan) berpengaruh pada peningkatan kuat lentur pada umur 7 hari sebesar 10,71% yaitu 4,974 Mpa, umur 14 hari sebesar 8,47% yaitu 5,421 Mpa, dan umur 28 hari sebesar 8,87% yaitu 5,507 Mpa.
Downloads
References
ASTM C 494-81 “Standard Specification for Chemical Admixture for Concrete. Amerika.
SNI 2493-2011 Tentang Tata Cara Pembuatan Dan Perawatan Beton Uji Di Laboratorium.
Badan Standardisasi Nasional, 2000, Tata Cara Pembuatan Rencana Campuran Beton Normal, SNI 03-2834-2000, Jakarta.
Badan Standardisasi Nasional, Tata cara uji kuat lentur beton normal dengan dua titik pembebanan SNI 4431- 2011.
Badan Standardisasi Nasional, Spesifikasi agregat beton SNI 8321- 2016.
Badan Standardisasi Nasional, Spesifikasi air pencampur yang digunakan dalam produksi beton semen hidraulis SNI 7974- 2013.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.


