Analisis Spasial Multikriteria Menggunakan Weighted Overlay untuk Pemetaan Zonasi Risiko Bencana di Kota Bandar Lampung
Abstract
Kota Bandar Lampung memiliki kombinasi dataran pesisir, perbukitan, curah hujan tinggi, dan perkembangan kawasan terbangun yang meningkatkan potensi banjir dan longsor. Penelitian ini bertujuan menyusun zonasi risiko relatif bencana dengan analisis spasial multikriteria berbasis Sistem Informasi Geografis. Data yang digunakan meliputi kemiringan lereng dari DEMNAS, tutupan lahan Landsat 8, curah hujan, jarak dari jaringan sungai, batas administrasi, dan lokasi infrastruktur vital. Seluruh data diproyeksikan ke WGS 84/UTM Zona 48S, direklasifikasi ke skor ordinal, kemudian diintegrasikan menggunakan weighted overlay dengan rasio bobot kemiringan lereng, jarak dari sungai, curah hujan, dan tutupan lahan sebesar 5:4:4:3. Hasil pemodelan menunjukkan zona risiko relatif tinggi terkonsentrasi pada wilayah perbukitan di bagian barat, selatan, dan timur kota, sedangkan zona sedang mengikuti koridor sungai dan kawasan terbangun. Overlay dengan infrastruktur memperlihatkan adanya sekolah, fasilitas kesehatan, jaringan jalan, dan permukiman yang beririsan dengan zona berisiko tinggi. Model ini efektif sebagai penyaringan awal untuk penentuan prioritas mitigasi dan evaluasi tata ruang, tetapi masih memerlukan validasi inventaris kejadian serta data kerentanan sosial-ekonomi.
Downloads
References
M. A. Ramadhani, M. Amin, Ridwan, and A. Tusi, “Analisis tingkat kerawanan bencana banjir di Kota Bandar Lampung berbasis GIS (Geographic Information System) dan citra Landsat 8 OLI,” Jurnal Agricultural Biosystem Engineering, vol. 2, no. 4, pp. 510–514, 2023, doi: 10.23960/jabe.v2i4.8392.
A. Pratama, A. B. B. Simamora, and F. Ghaly, “Urban flood susceptibility modeling using GIS and machine learning in Bandar Lampung,” Jurnal Geografi, vol. 18, no. 1, pp. 247–268, 2026, doi: 10.24114/jg.v18i1.72252.
J. S. Nasution, “Aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk pemetaan tingkat kerawanan longsor di Kota Bandar Lampung,” Progressive Physics Journal, vol. 6, no. 2, pp. 572–580, 2025, doi: 10.30872/wz2c4f62.
F. A. Mulia and W. Handayani, “Pemanfaatan Sistem Informasi Geografis untuk pemetaan kerawanan bencana banjir Kota Padang tahun 2011–2022,” Geoid, vol. 19, no. 2, pp. 192–201, 2024, doi: 10.12962/geoid.v19i2.1205.
H. D. Skilodimou, G. D. Bathrellos, K. Chousianitis, A. M. Youssef, and B. Pradhan, “Multi-hazard assessment modeling via multi-criteria analysis and GIS: A case study,” Environmental Earth Sciences, vol. 78, art. no. 47, 2019, doi: 10.1007/s12665-018-8003-4.
M. F. Yassar, M. Nurul, N. Nadhifah, N. F. Sekarsari, R. Dewi, R. Buana, S. N. Fernandez, and K. A. Rahmadhita, “Penerapan weighted overlay pada pemetaan tingkat probabilitas zona rawan longsor di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat,” Jurnal Geosains dan Remote Sensing, vol. 1, no. 1, pp. 1–10, 2020, doi: 10.23960/jgrs.2020.v1i1.13.
N. F. Yasien, F. Yustika, I. Permatasari, and M. Sari, “Aplikasi geospasial untuk analisis potensi bahaya longsor menggunakan metode weighted overlay: Studi kasus Kabupaten Kudus, Jawa Tengah,” Jurnal Geosains dan Remote Sensing, vol. 2, no. 1, pp. 33–40, 2021, doi: 10.23960/jgrs.2021.v2i1.47.
A. M. Perdano and A. R. Irham, “GIS-based overlay analysis of flood hazard and settlement exposure in Bandar Lampung City,” Priviet Social Sciences Journal, vol. 6, no. 6, pp. 28–40, 2026, doi: 10.55942/pssj.v6i6.1876.
R. K. Sari, D. Despa, and I. Sukmana, “Keterpaduan infrastruktur antar sektor untuk mendukung pengembangan wilayah,” Jurnal Rekayasa Lampung, vol. 1, no. 3, 2022, doi: 10.23960/jrl.v1i3.15.
M. N. Sultan, R. Widyawati, D. Despa, A. Purba, B. M. Habibi, and R. Fitra, “Pemodelan elevasi dan kecepatan banjir pada tikungan luar dekat outlet bangunan gorong-gorong BBA.4B Daerah Irigasi Bumi Agung,” Jurnal Rekayasa Lampung, vol. 2, no. 2, pp. 40–45, 2025, doi: 10.23960/jrl.v2i2.26.
S. Wahyudi, A. D. Putri, L. Sinaga, and A. Lumbanraja, “Spatial analysis of landslide vulnerability using weighted overlay based on GIS in Balik Bukit,” Journal of Engineering and Scientific Research, vol. 8, no. 1, 2026, doi: 10.23960/jesr.v8i1.260.
M. A. Mujib, B. Apriyanto, F. A. Kurnianto, F. A. Ikhsan, E. A. Nurdin, E. I. Pangastuti, and S. Astutik, “Assessment of flood hazard mapping based on Analytical Hierarchy Process (AHP) and GIS: Application in Kencong District, Jember Regency, Indonesia,” Geosfera Indonesia, vol. 6, no. 3, pp. 353–376, 2021, doi: 10.19184/geosi.v6i3.21668.
QGIS Development Team, “QGIS User Guide,” Open Source Geospatial Foundation Project. [Online]. Available: https://docs.qgis.org/. [Accessed: Aug. 3, 2026].
U.S. Geological Survey, Landsat 8–9 Collection 2 Level 2 Science Product Guide. Reston, VA, USA: USGS, 2023.
Badan Informasi Geospasial, “DEMNAS,” Ina-Geoportal. [Online]. Available: https://tanahair.indonesia.go.id/demnas/. [Accessed: Aug. 3, 2026].

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.



